Terunyan Makna Kecantikan

Mengunjungi "obyek wisata" Kuburan Terunyan sangat menarik, terutama obyek itu sendiri, berupa komplek makam. Makam atau Kuburan Terunyan, istimewa karena keunikannya, mayat digeletakkan "begitu saja" dikurung pagar bilah bambu sederhana. Bukan dipendam dalam tanah dan kata dasar "kubur" identik dengan memendam dalam tanah, sehingga istilah kuburan agak kurang tepat. Barangkali kata Makam lebih mewakili. Menurut keterangan Pak Wayan, jurukunci Makam Terunyan, jumlah mayat yg tergeletak dibatasi 11 mayat, apabila ada tambahan mayat, maka mayat paling lama akan diambil dan dibuang ke tumpukan yg lebih mirip tempat sampah. Mayat-mayat yg tergeletak di Makam terunyan mengering dan tidak menyebarkan bau busuk, hal ini terutama terjadi pada musim panas. Pada musim penghujan, mayat agak membusuk dan kadang keluar juga belatung. Masih menurut Pak Wayan, yang membuat mayat mengering tanpa "membusuk" adalah pengaruh yang dibuat oleh sebuah Pohon besar ( konon pada 2017 sudah berusia 1100 tahun ), yang oleh warga setempat dinamakan "Pohon Taru Menyan", menurut legenda, menjadi asal-usul nama Desa Terunyan.
Apa kesan yang dirasakan saat melihat setumpuk tengkorak manusia, disusun bagaikan dalam etalase ? tidak ada rasa seram atau menakutkan, tidak ada kesan menakutkan sama sekali. Tentu saja kesan ini muncul berbeda pada setiap pengunjung, sebagian mungkin merasa seram, sebagian merasa geli, sebagian menarik pelajaran tentang kehidupan. Ini yang saya dapatkan saat menyaksikan mayat setengah kering, kering sama sekali dan tinggal tulang belulang.
Menatap salah satu mayat, yang konon sekitar 3 minggu diletakkan di Kuburan terunyan, menurut pengamatan visual, pada masa hidupnya mayat tersebut berjenis kelamin perempuan. Tidak tampak mengerikan, tapi pasti jauh dari " menarik ", seonggok tulang belulang, berlapis kulit kering warna kecoklatan. Mungkinkah pada masa hidupnya perempuan ini termasuk cantik, seksi, bahenol, sensual ? entahlah, pikiran melayang jauh pada gegap gempita kehidupan. Pada umumnya laki-laki sangat tertarik pada kecantikan, sensualitas perempuan. Terminologi, kecantikan fisik hanya sebatas kulit , agak sulit dihayati makna sebenarnya, karena manusia hidup, dan perempuan umumnya, bahkan bersedia mempertaruhkan banyak hal untuk dapat disebut cantik dan seksi, diet ketat, olahraga, merawat kulit, sampai pada bedah kosmetik dilakukan untuk memperoleh predikan cantik. Bahkan kecantikan diperlombakan sampai ke tingkat dunia. Terlalu sulit dipungkiri, bahwa predikat cantik menjadi dambaan banyak perempuan. Ada rasa bangga, senang dengan menjadi cantik. Laki-laki menyukai perempuan cantik, ini seakan tertanam dalam setiap benak manusia. Tidak mudah mengingatkan manusia, bahwa kecantikan fisik hanya sebatas kulit, karena kecantikan sebatas kulit tersebut menyusulkan berbagai perasaan lain, dari realita sampai fantasi.
Dalam ukuran kecantikan, saya menyukai artis Scarlet Johansson , artis pemeran tokoh Black Widow dalam serie The Adventure. Dalam kesadaran di lokasi kuburan Terunyan, pikiran saya melayang, akankah Scarlet Johansson juga akan berubah menjadi seonggok daging setelah meninggal. Tidak mudah membayangkan perempuan secantik Scarlet Johansoon berubah menjadi onggokan tulang. Namun sesungguhnya seperti itulah yang bakal terjadi. Kecantikan perempuan yang banyak dipuja laki-laki ( dan mungkin sesama perempuan ), akan kehilangan makna saat manusia berubah menjadi mayat. Betapa fana tubuh manusia, betapa rentan daging, otot dan tulang manusia. Dari sudut kemenarikan, terlalu mudah menarik kesimpulan dari foto Scarlet Johansson versus mayat di Terunyan.

Apa boleh buat, seperti itulah faktanya, perbedaan dramatis daya tarik manusia hidup dibanding mayat, tidak membutuhkan kecerdasan untuk memahaminya, tidak butuh kemampuan akademis untuk menilainya. Onggokan tulang dengan lapisan kulit kering, tidak menimbulkan daya tarik, bahkan sangat mungkin memancing perasaan seram atau ngeri. Kuburan Terunyan, memberikan kemudahan dalam berpikir, bahwa perempuan seksi, cantik, menarik ketika hidup, akan kehilangan makna setelah menjadi mayat. Tidak mudah membangkitkan kesadaran laki-laki untuk tidak berfantasi atau memuja kecantikan fisik perempuan. Kesadaran bersifat religius, akan muncul dan mudah dicapai dengan menyaksikan Mayat di Kuburan Terunyan. Asosiasi paling besar prosentasinya, dalam benak laki-laki terhadap kecantikan fisik perempuan adalah, daya tarik seksual, ini menjadi bagian naluriah atau takdir yang ditanam. Mengunjungi Kuburan Terunyan, menyaksikan bentuk mayat, mampu mendatangkan kesadaran, secantik apapun perempuan pasa masa mudanya, pada masa hidup, sesungguhnya semua itu dibangun oleh materi rapuh, kulit, otot, daging dan tulang yg sangat mudah rusak.

Location: Terunyan, Kintamani, Bangli Regency, Bali, Indonesia
Posted in , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

About Me

My photo

a Man who do like The God's Humor, Linux Lover, Android Fellow.

Google+ Followers

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.